Pemahaman Dasar Forex

Berikut adalah beberapa istilah dasar yang ada di dunia Forex:

1. Trader

Adalah individu atau perusahaan yang melakukan perdagangan mata uang.

2. Broker

Adalah perusahaan pialang yang menjadi jembatan para trader retail diseluruh dunia menuju pasar forex. Broker Forex mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli atau yang disebut spread serta dari komisi trading untuk setiap order yang dilakukan Trader. Ada beberapa broker yang tidak menerima untung dari komisi, keuntungan mereka peroleh hanya dari spread.

3. Spread

Adalah selisih antara harga jual(bids) dan harga beli(ask). Spread ini biasanya menjadi biaya saat Anda melakukan transaksi, disambing ada biaya yang lain berupa komisi per transaksi untuk broker. Misalkan harga buy EURUSD adalah 1.5400, dan harga sell nya 1.5498, selisih antara harga buy dan sell tersebutlah yang disebut spread. Sehingga ketika Anda melakukan order, Anda akan terkena biaya langsung sebesar spread tersebut sehingga ketika order tereksekusi, posisi Anda minus sebesar spread.

4. Trading Plaform

Adalah aplikasi yang digunakan oleh trader untuk melakukan transaksi perdagangan forex. Melalui aplikasi/platform ini trader bisa melihat pergerakan harga dari suatu pasangan mata uang. Trading Platform biasanya dilengkapi dengan tools atau indikator yang biasa dimanfaatkan oleh trader untuk melakukan analisa sebelum melakukan transaksi.

Trading Platform yang saat ini paling populer adalah Meta Trader 4, disamping ada beberapa trading platform yang disediakan oleh masing-masing broker. Trader bisa memilih trading platform yang paling sesuai dengan sistem trading yang digunakan.

5. Currency

Adalah mata uang, yang dalam dunia Forex ditulis dengan 3 digit huruf, sebagai contoh USD untuk dollar Amerika, GBP untuk Poundsterling Inggris dll.

Di pasar Forex ada 8 mata uang utama, dimata mata uang utama ini adalah pemegang market share terbanyak atau yang paling banyak ditransaksikan. Delapan Mata Uang tersebut adalah

Mata Uang Utama Forex

6. Currency Pairs

Adalah pasangan mata uang dalam Forex yang diperdagangkan.

EURUSD

Penjelasan : Mata uang Euro dipasangkan dengan USD, yang pertama disebutkan, Euro sebagai base currency sedangkan USD yang disebut dibelakang sebagai Quote Currency atau Secondary Currency atau Counter Currency.

…..

Buka juga informasi terkait….

Review CopyTrading Pumping Station, Profit minimal 10% per Bulan…

…..

Base Currency adalah mata uang yang diperjualbelikan, sedang Quote Currency sebagai alat tukar dari jual beli tersebut. Contoh kasus adalah trading EURUSD

Ketika EUR mengalami penurunan harga, maka Anda sell EUR, jika closing order profit maupun loss akan diperhitungkan dan dikonversi ke USD.

Contoh lagi USDJPY, base currency adalah USD, ini berarti USD diperjualbelikan menggunakan Yen Jepang. Ketika Anda closing posisi, profit atau loss akan menggunakan Yen Jepang. Jika deposit akun Anda menggunakan USD, maka profit/loss Yen Jepang tadi akan dikonversi ke USD. Kurang lebih seperti itu proses yang terjadi ketika Anda trading Forex.

Contoh lagi AUDCAD, berarti dalam hal ini AUD sebagai base currency, Australian Dollar (AUD) diperjual belikan menggunakan Dollar Canada(CAD). Ketika close order, profit/loss diperhitungkan dengan CAD. Karena mata uang deposit Anda menggunakan USD maka profit/loss CAD tadi akan dikonversi langsung ke dalam USD menggunakan rate USD/CAD pada saat closing.

7. Major Pair (Pasangan Mata Uang Utama)

Ada tujuh pasangan mata uang utama di dunia Forex, semua mata uang utama ini dipasangkan dengan USD, yaitu :

Major Pair Forex

8. Cross Pair

Adalah mata uang yang salin disilangkan/dipasangkan tidak melibatkan USD secara langsung. contohnya

cross-pair-forex

9. Rate/Kurs Mata Uang

Adalah nilai tukar dari suatu mata uang, contoh untuk EURUSD ratenya 1.3540, Artinya Nilai 1 Euro adalah sama dengan 1.3540 USD

10. Pips

Adalah satuan pergerakan harga, misalkan harga EURUSD bergerak dari 1.5600 ke 1.5610, ini berarti harga naik sebesar 10 Pips atau 10 Points.

Semua pair menggunakan 4 digit atau 5 digit dibelakang koma, kecuali untuk pasangan mata uang yang berhubungan dengan Yen Jepang, menggunakan 2 digit atau 3 digit di belakang koma. Perlu diketahui bahwa ada broker yang menggunakan 4 digit dan ada broker yang menggunakan 5 digit di belakang koma, hal ini dimaksudkan untuk menambah presisi pergerakan harga. Namun perhitungan pips masih tetap sama. Biasanya broker Non dealing desk dan bukan market maker menggunakan 5 digit dibelakang koma.

Contoh untuk broker 5 digit untuk pair EURUSD, misal harga bergerak dari 1.54300 ke 1.54350, berarti harga bergerak sebesar 5 Pips bukan 50 pips (ini harus Anda perhatikan agar tidak salah persepsi)

11. Trends

Adalah pergerakan pair dari suatu harga ke harga tertentu, jika harga bergerak naik disebut trend bullish/uptrend, jika harga bergerak turun disebut trend bearish/downtrend.

Sering juga harga bergerak naik dan turun secara bolak-balik, pergerakan ini disebut konsolidasi atau sideways.

Jika ketika harga bergerak turun atau trend bearish kemudian harga berbalik naik beberapa pips kemudian harga turun kembali, pergerakan ini disebut retracement. Ketika harga retrace ini, bisa disebut sebagai sinyal bahwa trend akan berakhir dan membentuk trend yang berlawan dengan trend sebelum. Atau bisa juga harga mengalami fase konsolidasi beberapa saat dan selanjutnya harga kembali melanjutkan trend sebelumnya.

12. Leverage

Adalah daya ungkit, merupakan rasio perbandingan berapa besar pinjaman yang diberikan broker kepada Trader ketika melakukan order. Leverage ini yang membuat perdagangan forex menjadi lebih terjangkau dan bisa dilakukan dengan modal yang relatif tidak besar.

Sebagai contoh Broker A memberikan leverage 1:500, dan dana yang kita depositkan untuk trading sebesar $100, maka seolah-olah kita memiliki kekuatan 500 x $100 = $ 50.000

Contoh selanjutnya dalam perdagangan Forex ketika Anda ingin membeli EUR10.000 dengan rate EURUSD 1.4500, tanpa menggunakan leverage, modal yang harus Anda keluarkan sebagai trader adalah 1.4500 x 10.000 = USD 14.500

Namun jika Broker Anda memberikan leverage 1:100, maka modal yang Anda perlukan sebesar :

EUR10.000 x 1/100 = EUR100, jika dikonversi ke USD dengan rate 1.4500 maka modal yang diperlukan hanya USD145.

Jika broker Anda memberikan leverage 1:500, maka modal Anda menjadi lebih kecil lagi, yaitu:

EUR10.000 x 1/500 = EUR20, jika dikonveris ke USD dengan rate 1.4500 maka modal yang diperlukan hanya sebesar EUR20 x 1.4500 = USD29

Kesimpulan: ketika Anda trading EURUSD pada harga 1.4500, jika Anda tidak menggunakan leverage maka Anda membutuhkan USD14.500, namun jika menggunakan leverage 1:500, Anda membutukan hanya USD29, selisih USD14.500 – USD29 dipinjamkan oleh broker dengan jaminan sebesar USD29 tadi. Jaminan ini yang dalam forex disebut Margin atau Used Margin.

Contoh lanjutan, jika Anda melakukan deposit untuk modal trading sebesar $200, kemudian Anda melakukan order EURUSD sebesar EUR10.000 atau dalam hal ini disebut lot 0.1, rate 1.4500 perhitungan diatas, maka jaminan sebesar $29 akan di hold oleh broker sebagai Used Margin, dan uang sisanya $200 – $29 = $171 sebagai Free Margin yang bergunakan untuk menahan posisi Anda jika mengalami floating minus atau mengalami pergerakan negatif.

13. Margin Call

Adalah peringatan dari Broker bahwa free margin yang Anda miliki hampir habis dan hampir tidak bisa menahan posisi loss order Anda. Margin call ini didalam Meta Trader 4 ditandai dengan muncul warna merah dibagian transaksi yang sedang berjalan. Perlu dipahami bahwa setiap broker memiliki aturan margin call yang berbeda-beda. Margin Call ini menggunakan satuan % (percent). Apabila persentase Margin Level sama dengan persentase Margin Call, maka tanda merah tersebut akan muncul dalam MT4 Anda.

14. Stop Out Level

Merupakan level atau posisi dimana posisi order yang ada akan di close oleh broker dikarenakan margin yang Anda miliki sudah habis. Sebagai contoh ada aturan Margin Call 50% dan Stop Out Level 20%, ini berarti apabila Margin level sudah menyentuh level 50% dan order Anda terus mengalami loss kemudian Margin Level menyentuh Level 20%, maka secara otomatis order Anda akan di close oleh Broker. Dan Uang yang sebelumnya Anda jaminkan sebagai Used margin akan ditarik dan menjadi Milik Broker.

15. Lot & Contract Size

Lot adalah satuan untuk volume transaksi yang dilakukan. Jumlah lot adalah ukuran besar kecilnya transaksi di Forex. Semakin besar jumlah Lot yang ditransaksikan, diperlukan modal/margin yang besar pula serta berbanding lurus dengan profit/lossnya.

Jika kita ambil contoh transaksi sebesar EUR10.000 itu sama artinya melakukan trading 0.1 Lot, perhatikan hal di bawah ini:

  • Trading 1 Lot berarti Trading sebesar 100.000 satuan mata uang. Contract Sizenya adalah 100.000 (base currency). Misal EUR100.000 atau GBP100.000. Lebih di kenal dengan Standar Lot
  • Trading 0.1 Lot berarti Trading sebesar 10.000 satuan mata uang. Contract Sizenya adalah 10.000   (base currency). Misal EUR10.000 atau GBP10.000. Lebih dikenal dengan Mini Lot
  • Trading 0.01 Lot berarti trading sebesar 1000 satuan mata uang. Contract sizenya adalah 1000 (base currency). Misal EUR1000 atau GBP1000. Lebih dikenal dengan Micro Lot

Besarnya contract size ini tergantung dari default contract size yang digunakan oleh broker. Sebagian besar broker menggunakan default 100.000 base currency, sehingga trading 1 Lot sama dengan trading 100.000 base currency.

Ada juga broker yang menggunakan default contract size 10.000 base currency, sehingga trading trading 1 lot sama dengan trading 10.000 base currency.

16. Instant Order & Pending Order

Ada dua cara ketika trader melakukan transaksi yaitu dengan Instant Order atau Pending Order. Instant Order maka transaksi akan langsung dieksekusi dengan rate pada saat itu, namun jika Trader melakukan pending order maka harga akan dieksekusi ketika menyentuh level harga yang ditentukan oleh trader.

Pending Order memiliki 4 tipe yaitu Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop dan Sell Stop

Buy Limit : Trader melakukan pending order di bawah harga running, jika harga turun dan menyentuh level Buy Limit maka order akan tereksekusi sebagai order Buy, dan diharapkan setelah itu harga akan bergerak berbalik dari turun menjadi naik. Ini adalah jenis order melawan trend.

Sell Limit : Trader melakukan pending order di atas harga running, jika harga naik dan menyentuh level Sell Limit maka order akan tereksekusi sebagai order Sell, dan diharapkan setelah itu harga bergerak berbalik dari naik menjadi turun. Ini adalah jenis order melawan trend.

Buy Stop : Trader melakukan pending order di atas harga running, jika harga naik dan menyentuh level Buy Stop maka order akan tereksekusi sebagai Buy, dan diharapkan harga akan terus naik. Ini adalah jenis order mengikuti/searah trend.

Sell Stop : Trader melakukan pending order di bawah harga running, jika harga turun dan menyentuh level Sell Stop maka order akan tereksekusi sebagai Sell, dan diharapkan harga akan terus turun. Ini adalah jenis order mengikuti/searah trend.

17. Stop Loss & Take Profit

Stop Loss adalah menempatkan nilai/harga pada transaksi yang Anda tempatkan sebagai harga maksimal loss yang mungkin terjadi. Jika harga stop loss ini tersentuh, maka order Anda akan ditutup dan Anda tidak akan mengalami loss yang lebih besar lagi. Satuan stop loss adalah Pips.

Take Profit adalah menempatkan nilai/harga pada transaksi Anda sebagai nilai maksimal profit yang Anda peroleh pada setiap transaksi. Jika nilai take profit ini tersentuh order Anda akan ditutup dengan hasil profit yang sudah ditentukan tersebut. Satuan take profit adalah pips.

Berlanjut ke Pengenalan Meta Trader 4